TRANSLATE

English Arabic Chinese (Simplified) Czech Dutch French German Hebrew Indonesian Italian Japanese Korean Russian Spanish

LINK

Home UPT Survailance Data dan Informasi LAPORAN INVESTIGASI KLB KERACUNAN PANGAN DI SDN 1 TANGEBAN DESA TANGEBAN KECAMATAN MASAMA KABUPATEN BANGGAI Tahun 2011
LAPORAN INVESTIGASI KLB KERACUNAN PANGAN DI SDN 1 TANGEBAN DESA TANGEBAN KECAMATAN MASAMA KABUPATEN BANGGAI Tahun 2011 PDF Print E-mail
Written by Tim Investigasi KLB Kab. Banggai   
Friday, 29 June 2012 06:44

I. Pendahuluan

Salah satu penyebab utama kematian dan kesakitan di Indonesia adalah penyakit yang disebabkan oleh pangan. Pangan merupakan jalur utama penyebaran patogen dan toksin yang diproduksi oleh mikroba patogen. Pangan juga dapat menimbulkan masalah serius jika mengandung racun akibat cemaran kimia, bahan berbahaya maupun racun alami yang terkandung dalam pangan, yang sebagian diantaranya menimbulkan KLB keracunan pangan.

Beberapa laporan keracunan pangan yang terjadi sebelumnya di Kabupaten Banggai, sebagian besar disebabkan karena kesalahan dalam proses pengolahan sehingga terkontaminasi bakteri (kuman) dan umumnya diderita oleh anak sekolah

KLB keracunan pangan adalah suatu kejadian dimana terdapat dua orang atau lebih yang menderita sakit dengan gejala-gejala yang sama atau hampir sama setelah mengkonsumsi sesuatu dan berdasarkan analisis epidemiologi terbukti makanan tersebut sumber keracunan.

Pada tanggal 01 Oktober 2011 Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai menerima laporan Puskesmas Tangeban bahwa telah terjadi kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan di Desa Tangeban yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Tangeban. Jumlah penderita sebanyak 20 orang tanpa disertai kasus kematian (CFR = 0 %), dengan gejala mual, muntah, sakit perut dan pusing. Semua kasus telah mendapatkan pengobatan dan 4 orang diantaranya rawat inap di Puskesmas.

Dari hasil investigasi diketahui bahwa semua kasus mengkonsumsi nasi kuning dan hanya beberapa anak yang mengkonsumsi makanan lainnya (snack) dan minum dari beberapa sumber air minum diantaranya air kantin dan air minum sekolah sehingga besar dugaan penyebab keracunan adalah nasi kuning. Di ketahui pula bahwa terdapat dua kantin yang menjual nasi kuning namun hanya anak yang makan disalah satu kantin tersebut yang menderita gejala keracunan.

Jumlah siswa SDN I Tangeban adalah 347 siswa (AR =5,76%), CFR = 0% dan saat investigasi dilakukan semua kasus sementara mendapat pengobatan dan perawatan di Puskesmas Tangeban.

Selengkapnya unduh Download this file (LAPORAN INVESTIGASI KLB KERACUNAN PANGAN.doc)

Oleh: Tim Investigasi KLB Kabupaten Banggai

 

Last Updated on Friday, 29 June 2012 08:10
 


Copyrigh © 2008 - 2012 Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah Jln. R.A. Kartini No. 7 Palu - Telp. 0451-421070 .